di dunia persaingan memang ada 2 kategori yaitu bersaing dengan sehat atau bersaing dengan tidak sehat. kita bisa memilih yang mana akan kita ambil jenis persaingan itu. gua ada satu cerita persaingan yang tidak sehat, ya ini curhatan temen gua sih.
Pertama mereka kenal kan semuanya masih pada jaim tuh sama yang namanya contek mencontek, jadi setiap ulangan atau tes apapun semuanya dikerjakan dengan kemampuan sendiri ya hasilnya memang gak sangat memuaskan sih tapi kalo hasil sendiri jadi bisa bangga buat diri sendiri. Nah, pas akhirnya ketauan nialai siapa yang paling tinggi, orang yang memperoleh nilai tertinggi itu sih gak sombong bahkan gak mau temen temennya mengetahui kalo dia yang memperoleh nilai tertinggi. Tapi ada pepatah yang bilang "sepintar apapun menyembunyikan bau bangkai lambat laun akan tercium juga baunya". gua akui kalo pepatah itu bener-bener ada, alhasil semuanya pada tau siapa nama pemilik nilai tertinggi itu. ya, kalo orang lain nganggepnya orang itu saingan pasti mereka pada mau nyainggin dia dengan cara yang lebih baik lagi dengan cara lebih giat lagi belajarnya. itu baru tindakan positif buat menerima kekalahan. Iya gak sih?
Tapi lho ya ternyata mereka semua mau nyaingin orang itu dengan cara yang curang guys, kalian tau cara yang ditempuh gimana? yap, dengan cara membuat catatat imut imut saat dilaksanakan ujian apapun, catetatnnya sih imut imut tapi tindakannya itu lho salah. kalo kaya gitu caranya berarti mereka hanya mengincar nilai tertinggi dengan cara tidak jujur. Temennya orang yg memiliki nilai tertinggi itu pernah bilang gini " yaudah biarin aja yang penting lu jujur kan, walaupun hasilnya nanti gak bakal tertandingi. tapi Tuhan melihat kejujuran hambaNya".
dan salah satu tweet bilang gini "jangalah kamu marah sama orang yang berbuat curang, karena kelah orang itu akan jatuh ke dasar yang paling dalam, Tuhan itu adil".
See you :)
No comments:
Post a Comment