Saturday, March 2, 2013

Kelainan Pada Gigi


Kelainan yang terjadi pada gigi dan mulut meliputi kelainan yang terjadi pada jaringan keras 

seperti gigi-geligi dan tulang rahang serta kelainan pada jaringan lunak seperti pada lidah pipi, 

langit-langit. Kelainan pada gigi-geligi 



• Gigi berlubang.

Kelainan pada gigi-geligi yang sering terjadi pada anak adalah gigi berlubang. Anak-anak 

yang datang berkunjung ke dokter gigi biasanya giginya sudah mengalami kerusakan yang 

amat parah, gigi berlubang yang sangat besar sekali, bengkak, bahkan ada yang ompong. 

Proses terjadinya lubang pada gigi dipengaruhi oleh 4 faktor penyebab utama ;yang terjadi

dalam waktu bersamaan, faktor tersebut adalah 



1. Kuman, terdapat pada gigi. Secara normal kuman ada dan diperlukan di rongga mulut, 

tetapi apabila terdapat sisa makanan yang melekat terus di gigi dapat menjadi penyebab 

terjadinya lubang gigi. 




2. Sisa makanan, terutama golongan karbohidrat seperti gula, roti, atau makanan sejenis 

lemak lainnya yang lengket pada gigi. Sisa makanan yang melekat terus pada gigi dapat 

diubah oleh kuman menjadi asam yang melarutkan email gigi sehingga terjadi lubang gigi.




3. Gigi, dengan bentuk anatomi yang berlekuk kadang-kadang sulit untuk dibersihkan secara 

sempurna dan dapat mempercepat proses lubang gigi. 




4. Waktu, dari ketiga faktor di atas memerlukan proses dalam beberapa waktu yang 

bersamaan. Lubang gigi memiliki kedalaman dan besar yang berbeda-beda. Adapun derajat 

keparahannya dikelompokkan menjadi: 



1. Lubang pada email, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun bila ada rangsangan 

yang berasal dari makanan atau minuman yang dingin terasa linu. Apabila rasa linu sudah 

muncul hendaknya segera ke dokter gigi agar dapat dilakukan penambalan. 




2. Lubang sampai dentin, ditandai dengan adanya rasa sakit apabila tertimbun sisa makanan. 

Apabila makanan diangkat maka akan berkurang rasa sakitnya. 




3. Lubang sampai syaraf gigi, gigi terasa sakit terus-menerus sifatnya tiba-tiba atau muncul 

dengan sendirinya. Rasa sakit akan hilang sejenak apabila diberi obat pengurang rasa sakit. 

Hendaknya segera datang ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan syaraf gigi. Perawatan 

syaraf gigi membutuhkan beberapa kali kunjungan, sampai hilangnya infeksi dan setelah 

perawatan syaraf selesai baru dilakukan penambalan. 




4. Tipe gigi berlubang akibat meminum susu. Pemberian susu botol di malam hari (di sela-sela 

waktu tidur) dan pemberian yang melebihi usia 12 bulan sering menimbulkan gigi berlubang. 

Tanda-tanda gigi yang terkena adalah terlihat pada bagian depan gigi depan atas, terlihat 

warna kecoklatan sampai hitam dan dapat meluas sampai ke gigi belakang. 




Karies botol dapat dicegah dengan cara tidak memberikan air susu di tengah tidur malam, dan 

selalu bilas dengan air putih, biasakan anak minum susu di gelas sejak anak berulang tahun 

kesatu, pemberian jus buah-buahan hendaknya menggunakan gelas, selalu memperhatikan 

kebersihan rongga mulut. 

• Susunan gigi tidak teratur 

Susunan gigi yang tidak teratur disebabkan oleh ukurang gigi yang lebih besar daripada

ukurang rahang. Dapat terjadi pada geligi sulung maupun gigi tetap. Upaya pencegahan yang

sangat mudah dilakukan adalah biasakan anak mengunyah makanan (tidak dikulum/emut),

berikan rangsangan makanan yang membutuhkan proses pengunyahan (makanan jangan yang

lunak), dan perhatikan saat usia pergantian gigi sehingga tidak terjadi penumpukan gigi.

Apabila susunan gigi sangat tidak teratur dapat dilakukan perawatan dengan menggunakan

kawat gigi. 



• Kegoyangan gigi 


Gigi-geligi yang sudah mendekati masa pergantian dengan gigi tetap sering mengalami 

kegoyangan. Kegoyangan gigi disebabkan oleh terjadinya pengurangan panjang akar gigi 

akibat adanya desakan dari gigi tetap yang akan tumbuh. Apabila gigi-geligi terlihat sangat 

goyang maka dapat dilakukan pencabutan sendiri dengan menggunakan tangan, namun 

apabila kegoyangan gigi masih sedikit sedangkan gigi penggantinya sudah terlihat akan 

tumbuh maka segera kunjungi dokter gigi untuk dilakukan pencabutan. 



• Tumbuh gigi 


Sepanjang hidup gigi mengalami 2 kali masa pertumbuhan, pertama adalah periode 

pertumbuhan geligi sulung dan kedua adalah pertumbuhan geligi tetap. Cara mengetahui 

pertumbuhan gigi adalah dengan melihat bagian gusi di tempat gigi akan tumbuh, apabila 

terlihat tonjolan ataupun warna putih maka sebenar lagi gigi akan tumbuh. Pertumbuhan gigi 

sulung dimulai pada usia 6 bulan, namun tidak perlu khawatir apabila pada usia tersebut belum 

terlihat adanya tanda-tanda akan tumbuh gigi. Gigi sulung yang pertama tumbuh adalah gigi 

seri pertama bawah, dilanjutkan gigi seri depan atas, kemudian disusul dengan gigi-gigi 

samping. Namun urutan ini kadang-kadang tidaklah sama. 


Pertumbuhan geligi tetap dimulai dengan geraham pertama bawah. Gigi ini sering dianggap

sebagai geligi sulung, sehingga sering terjadi lubang gigi. Gigi geraham pertama bawah akan

mulai tumbuh pada usia 6 tahun, setelah itu geraham pertama atas, dan gigi seri bawah.



Sinusitis

Sinusitis merupakan peradangan pada sinus. Sinus sendiri adalah rongga udara di daerah wajah yang terhubung dengan hidung. Peradangan pada sinus ini menyebabkan penimbunan lendir di rongga sinus dan menjadi media pertumbuhan bakteri. Berikut beberapa gejala  sinusitis yang dapat terjadi :

Nyeri dan merasa tertekan pada wajah
Nyeri tumpul berdenyut atau tekanan yang merupakan tanda utama sinusitis terjadi akibat tekanan yang ditimbulkan oleh jaringan yang meradang pada ujung-ujung saraf di dinding dalam sinus anda. Sinusitis frontalis menyebabkan nyeri dahi atau sakit kepala. Sinusiti maksilaris menyebabkan nyeri pipi yang dapat menjalar ke gigi di rahang atas. Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di antara mata. Sinusitis sfenidalis menyebabkan nyeri di belakang mata, di puncak kepala, atau di sepanjang tengkuk.

Hidung tersumbat
Pembengkakan selaput hidung dan peningkatan pembentukan lendir menyebabkan anda sulit bernafas melalui hidung. Penyumbatan ini dapat mengenai satu atau kedua sisi hidung.

Postnasal Drip
Lendir secara normal mengalir dalam jumlah kecil ke dalam hidung dan turun ke belakang tenggorokan sebelum tertelan. Selama infeksi produksi lendir meningkat, lebih kental dan berwarna kuning atau hijau. Perubahan warna lendir disebabkan oleh campuran bakteri dan sel darah putih, sebagai tanda bahwa tubuh telah melawan infeksi yang berlangsung. Lendir yang kental dan berwarna hijau ini seringkali turun ke tenggorokan dan disebut postnasal drip.

Berkurangnya daya penciuman
Membengkaknya selaput di hidung dapat menghambat molekul bau yang anda hirup mencapai reseptor penciuman sehingga daya penciuman anda menjadi berkurang.

Berkurangnya daya pengecap
Indra pengecapan yang normal bergantung pada keutuhan sensasi penciuman. Sehingga terganggunya indra penciuman akan menyebabkan berkurangnya fungsi indra pengecap.

Napas berbau
Lendir kehijauan yang terinfeksi mengandung bakteri dan bahan buangan yang mengeluarkan bau busuk.

Batuk
Ketika lendir mengalir ke bagian belakang  tenggorokan,  mungkin akan menentuh pita suara dan memicu respon batuk.

sumber: www.meetdoctor.com