Di Suatu malam yang lengang dan spesial, malam yang gelap gulita, seekor induk betina penyu datang bertelur di pantai ini, menimbun telurnya dengan pasir, lantas setelah semua selesai, induk penyu pergi. telur-telur ditinggalkan begitu saja, dibiarkan berjuang sendirian. hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu, hingga disuatu pagi yang lengang dan spesial, telur-telur itu akhirnya menetas.
Nah, tukik atau anak penyu itu baru menatap dunia, kemudian merangkak pelan di atas hamparan pasir. Mereka sejak kecil sudah ditanamkan perasaan setia, mengenali aroma lingkungan tempatnya dilahirkan. Mengenali udara, suhu, matahari, angin yang berhembus, setiap jengkal muasal mereka.
Dengan kaki yang masih lemah, anak-anak penyu itu merangkak pelahan ke tepi pantai. Menjemput janji kehidupan seiring cahaya matahari terbit. Bagai barisan pesawat mereka bergerak menjamah debur ombak pertama. Saat itulah mereka mengikrarkan janjin setia. Mereka akan pergi bertualang menjelajahi samudera luas. beranjak besar. Menjadi penyu remaja. Mengenal sudut kehidupan lautan. Tapi mereka akan pulang suatu saat nanti. Penyu dapat mengarungi beribu-ribu mil sepanjang tahun.Hingga menjejak belahan benua lainnya. Dan ketika mereka siap mencari pasangan. Penyu-penyu itu akan kembali ke sini. Menunaikan janji setia yang pernah mereka ikrarkan.
Musim berlalu, ketika musim kawin tiba, mereka akan kembali. Kembaali meski terluka, tidak perduli batok keras mereka retak, tangan-tangan lumpuh. Kembali menemkan pasangannya dulu. Tidak tertukar. Tidak berganti. Sejauh apapun mereka menjelajahi lautan. Sejauh apa pun mereka melihat sudut dunia. Secantik apa pun penyu betina lain yang ditemukannya. Mereka akan kembali ketakdir pasangannya. Karena itulah janji setia Jpenyu. Terucapkan saat kaki-kai kecil mereka, kaki-kaki kanak kanak mereka menuju lautan luas. Janji setiapada taktir pasangannya.